Showing posts with label laravel. Show all posts
Showing posts with label laravel. Show all posts

Saturday, 11 November 2017

Tutorial Membuat Fitur Verifikasi Email Pada Formulir Registrasi di Laravel

Selamat pagi, siang, sore, dan malam.
Kembali lagi dengan mimin di turtorial laravel 5.* setelah sekian lama tidak berkecimpung dilaravel karena pekerjaan saat ini yang tidak menggunakan laravel. hahaha
Mungkin saya ketinggalan info seputar laravel nih guys, makanya mohon info-info jika ada yang kurang dan jika ada hal-hal yang baru tulis aja dikolom komentar.


Baik langsung saja. Hari ini saya akan mendemonstrasikan bagaimana cara membuat verikasi email ketika mengisi form register dengan judul artikel "Tutorial Membuat Fitur Verifikasi Email Pada Formulir Registrasi di Laravel". 

Saya akan menunjukan bagaimana cara membuat sebuah antrian di laravel 5.* untuk verifikasi email dengan menggunakan integrasi Auth RegisterController. Selain itu, saya juga akan menunjukan cara menambahkan proses pengiriman email ke antrian agara proses aplikasi kalian lebih cepat.

Pada tutorial kali ini, saya menggunakan database untuk pekerjaan antrian. Namun, kalian dapat menggunakan Redist atau driver lainnya, seperti yang didefinisikan dalam dokumen resminya.

Saya tidak akan menerangkan bagaimana cara untuk menginstall laravel, jika masih bingung coba pergi ke dokumentasi di web resminya. Jika sudah siap gunakan Auth default bawaan dari laravel dengan memasukan perintah
php artisan make:auth

Siapkan Table

Mari kita mulai menambahkan table dalam database yang sudah dipersiapkan. Kita akan menambaghkan table user dan table queue yang akan digunakan sebagai table antrian.

Memperbagarui Table User
Kalian bisa cek file migration di direktori database/migrations. Update kodenya dengan kode dibawah ini:

public function up()
{
   Schema::create('users', function (Blueprint $table) {
      $table->increments('id');
      $table->string('name');
      $table->string('email')->unique();
      $table->string('password');
      $table->tinyInteger('verified')->default(0);
      $table->string('email_token')->nullable();
      $table->rememberToken();
      $table->timestamps();
   });
}
Kita hanya menambahkan field table verified sebagai tanda sudah diverifikasi dan token_email untuk token.

Menambahkan Table Queue

Mari sekarang tambahkan table untuk queue jobs dan failed jobs. Untuk itu jalankan perintah
php artisan queue:jobs
php artisan queue:failed_jobs
perintah tersebut akan menambahkan file di folder migrations untuk penambahan table.

Table Migrations

Setelah semua sudah siap, kita tinggal import ke database, dengan menuliskan perintah migrate:
php artisan migrate
Setelah selesai kalian bisa melihat table telah dibuat di database yang kalian hendaki.

Update file .env

Sekarang saya akan memperbaharui file .env dengan email dan informasi driver antrian. Agar kalian tidak menggunakan email sungguhan dan agar tidak menjadi spam di inbox email. Saya menyarankan kalian untuk menggunakan mailtrap.io. Mailtrap.io ini adalah server SMTP palsu bagi pengembang untuk kebutuhan testing, melihat dan berbagi email yang dikirim dari lingkungan pengembang dan pementasan tanpa menjebak pelanggan nyata.



Coba kalian daftar, jika sudah, masuk ke Demo Inbox, copy username dan passwordnya masukan ke file .env
MAIL_DRIVER=smtp
MAIL_HOST=smtp.mailtrap.io
MAIL_PORT=2525
MAIL_USERNAME=8d09d128965b83
MAIL_PASSWORD=4819d81da2f23e
MAIL_ENCRYPTION=null
Membuat Mail dan View Untuk Email Verifikasi
Karena kita sudah menyiapkan SMTP untuk mengirim email, saatnya membuat class email yang akan mengembalikan view dan token yang akan dikirim dengan isi email. Jalankan perintah artisan berikut untuk membuat setup email:
php artisan make:mail EmailVerification
Setelah perintah selesai, folder baru dengan nama Mail beserta file class EmailVerification akan dibuat di dalam folder app. Ini adalah file yang perlu kalian hubungi ketika kalian perlu mengirim email.

Update Class EmailVerification

Class ini hadir dengan dua metode. Yang pertama adalah constructor() dan yang kedua adalah build() yang akan melakukan sebagian besar pekerjaan. Ini mengikan view dengan email. Kalian akan mengirim token user beserta view sehingga user bisa diverifikasi. Untuk ini tambahkan tambahkan variabel baru yang dilindungi dengan nama $user. 
protected $user
Sekarang tambahkan parameter $user baru di constructor dan menyampaikan ke variabel class $user
public function __construct($user)
{
    $this->user = $user;
}
Selanjutnya, update metode build() sehingga bisa mengembalikan view beserta token user.
public function build()
{
   return $this->view('email.email')->with([
   'email_token' => $this->user->email_token,
   ]);
}

Membuat Email Template

Untuk membuat template email, buat folder baru di dalam folder view dengan nama email lalu buat file baru di dalam folder ini dengan nama email.blade.php file ini akan berisi template sederhana sebagai berikut:
<h1>Click the Link To Verify Your Email</h1>
Click the following link to verify your email
<a href="{{url('/verifyemail/'.$email_token)}}">Verify</a>

View untuk email sekarang sudah selesai. Selanjutnya, kalian akan membuat antrian baru yang akan mengirim email ke pengguna terdaftar.

Membuat Queue Jobs SendEmailVerification

Sekarang jalankan perintah artisan berikut untuk membuat queue jobs baru 
php artisan make:job SendEmailVerification

Saat perintah selesai, folder baru dengan nama Jobs muncul di dalam folder app bersama dengan class SendVerificationEmail. Sekarang kalian edit file ini sehingga bisa digunakan untuk mengirim email.

Pertama tambahkan Mail dan EmailVerification namespaces di dalamnya.
use Mail;
use App\Mail\EmailVerification;

Tambahkan juga variabel $user sama dengan yang dibuat di file EmailVerifivication. Selanjutnya, tambahkan parameter baru $user di contruct() dan berikan nilainya ke variabel class $user.
protected $user
public function __contruct($user)
{
   $this->user = $user;
}

atur proses pengiriman email di dalam metode handle()
public function handle()
{
   $email = new EmailVerification($this->user);
   Mail::to($this->user->email()->send($email);
}

function handle() adalah membuat contoh template verifikasi email yang dikirimkan ke Mail untuk mengirim email pengguna.

Update Auth Registration

Sebelum memulai, tambahkan 'email_token' dalam array yang diisi di model user.
protected $fillable = [
   'name', 'email', 'password', 'email_token',
];

Sekarang buka file RegistrationController.php dan tambahkan namespaces 
use Illuminate\Auth\Events\Registered;
use Illuminate\Http\Request;
use App\Jobs\SendVerificationEmail;

Tambahkan juga di function create() email_token
protected function create(array $data)
{
    return User::create([
       'name' => $data['name'],
       'email' => $data['email'],
       'password' => bcrypt($data['password']),
       'email_token' => base64_encode($data['email']),
    ]);
}

Untuk token email, saya telah menggunakan pengkodean base64_encode untuk alamat email pengguna. Selanjutnya saya akan menambahkan dua fungsi baru berikut didalamnya
public function register(Request $request)
{
   $this->validator($request->all())->validate();
   event(new Registered($user = $this->create($request->all())));
   dispatch(new SendVerificationEmail($user));
   return view('verification');
}

public function verify($token)
{
   $user = User::where('email_token', $token)->first();
   $user->verified = 1;
   if($user->save())
   {
      return view('emailconfirm', ['user' => $user]);
   }
}


Apa yang telah saya lakukan adalah mengesampingkan metode induk register() dan menambahkan dua baris baru di dalamnya:
dispatch(new SendVerificationEmail($user));
return view('verification');

Dengan cara ini, email dikirimkan ke antrian dan alih-alih langsung masuk ke pengguna, dan saya mengarahkan kembali ke halaman lain yang akan meminta untuk memverifikasi emailnya agar bisa melanjutkan. Selanjutnya saya telah membuat metode verify() baru yang akan memverifikasi pengguna dan tokennya. Selanjutnya, saya akan membuat view yang saya panggil dalam dua metode ini. 

Buatlah file baru di folder views dengan nama emailconfirm.blade.php dan salin kode berikut didalamnya: 
@extends('layouts.app')

@section('content')

<div class="container">
    <div class="row">
        <div class="col-md-8 col-md-offset-2">
            <div class="panel panel-default">
                <div class="panel-heading">Registration Comfirmation</div>
                <div class="panel-body">
                    Your email is successfully verified. Click here to <a href="{{url('/login')}}">login</a>
                </div>
            </div>
        </div>
    </div>
</div>

@endsection

Pada titik ini kode sudah lengkap dan siap digunakan. Mari kita coba. Tambahka route berikut di file web.php untuk memverifikasi user:
Route::get('/verifyemail/{token}', 'Auth\RegisterController@verify');

Saatnya Menguji Verifikasi Email
Pada command prompt, jalankan perintah berikut untuk mulai antrian
php artisan queue:work

dan tambahkan tab baru di command prompt lalu jalankan server dengan perintah
php artisan serve

Biarkan jendela dari command prompt terbuka dan buka halaman register di tab lain. Isi form dan daftarkan user baru. Setelah mengklik tombol Register, kalian akan melihat bahwa halaman konfirmasi registrasi terbuka dengan cepat karena dikirim ke antrian. Untuk melihat email yang masuk, kalian bisa membukanya di mailtrap.io



Tutorial ini sudah selesai, semoga bermanfaat. Sampat ketemu di tutorial selanjutnya, keep learn and share. Terimakasih


Wednesday, 15 June 2016

Membuat aplikasi crud menggunakan laravel 5.2



Membuat aplikasi crud menggunakan laravel 5.2

Sebelumnya jika kita ingin membuat sebuah aplikasi Create, Read, Update dan Delete (CRUD) sederhana menggunakan framework laravel, di laravel kita bisa membuatnya dengan begitu mudah dan simple. Kita cuma harus tahu langkah-langkahnya saja.

Minimal catat langkah-langkahnya saja, tidak perlu harus hafal codenya, karena terlalu banyak untuk di hafal.

Disini saya akan memberikan langkah-langkah membuat aplikasi CRUD sederhana menggunakan Laravel 5.2.

Jika kalian tidak mempunyai project laravel, bisa ikuti terlebih dahulu cara install laravel di postingan sebelumnya Membuat project laravel 

Ritaul yang pertama harus didahulukan yaitu menambahkan library di projek kita, keunggulan laravel yaitu terdapat banyaknya library yang dapat kita gunakan seenak kita. hahha
Kegunaan library ini tidak kurang dan tidak lebih untuk membantu dalam proses coding udah itu saja. untuk pembahasan bagaimana membuat library dsb lain waktu saya jelaskan. xoxoxoox

Jika kita sudah mempunyai projeck laravel di laptop kita, buka file composer.json didalam require kita tambahkan lagi "laravelcollective/html": "5.2.*"  sehingga menjadi seperti ini :
"require": {
        "php": ">=5.5.9",
        "laravel/framework": "5.2.*",
        "laravelcollective/html": "5.2.*"
    }
Untuk apa si ini? ya intinya laravelcollective ini untuk mempermudah dalam penulisan code. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat penjelasannya disini

Selanjutnya kita buka conposer dan jalankan code berikut
composer update
Selanjutnya buka file App.php yang ada pada folder Config/app.php lalu tambahkan code berikut pada bagian 'provider' .
Collective\Html\HtmlServiceProvider::class,
dan code berikut pada bagian 'aliases'
'Form' => Collective\Html\FormFacade::class,
'Html' => Collective\Html\HtmlFacade::class,
Setelah ritual awal sudah dipersiapkan sekarang mari lakukan. siap siap

  1. Pertama kita bikin database dengan nama “crud” tanpa tanda petik. Saya perkiraan semuanya sudah menginstall xampp di laptopnya.
  2. Karena laravel telah membuat default 2 table yaitu table users dan table password_reset jadi kita tidak perlu membuat table lain. Buka file yang berada di folder database/migrations disana bias kita lihat file create_users_table.php dan create_password_reset_table.php . Kedua file php ini merupakan file untuk menggenerate table, jadi kita tidak perlu lagi membuka php myadmin untuk membuat table.


  3. Setelah membuat database crud tadi, kita setting koneksi databasenya, kita bisa rubah di file database.php yang berada di folder config.
  4. 'mysql' => [
                'driver' => 'mysql',
                'host' => env('DB_HOST', 'localhost:8080'),
                'port' => env('DB_PORT', '3306'),
                'database' => env('DB_DATABASE', 'crud'),
                'username' => env('DB_USERNAME', 'root'),
                'password' => env('DB_PASSWORD', ''),
                'charset' => 'utf8',
                'collation' => 'utf8_unicode_ci',
                'prefix' => '',
                'strict' => false,
                'engine' => null,
            ],
  5.  Setelah pengaturan di config sudah selesai, sekarang kita cari file .env , file ini berada di luar folder. Edit user untuk login ke database.
  6. NECTION=mysql
    DB_HOST=127.0.0.1
    DB_PORT=3306
    DB_DATABASE=crud
    DB_USERNAME=root
    DB_PASSWORD=''
  7.  Membuat data dummy menggunakan seeder. Buka folder database -> seeds dan buat file dengan nama user_dummy_seeder.php selanjutnya isikan code berikut
  8. function run()
        {
            $users = [
             ['name' => 'Robi Alisandi', 'email' => 'alisandi@gmail.com', 'password' => bcrypt('heloword')],
             ['name' => 'Ridwan Kamil', 'email' => 'kamil@gmail.com', 'password' => bcrypt('heloword')],
             ['name' => 'Beby Jovanca', 'email' => 'baby@gmail.com', 'password' => bcrypt('heloword')],
             ['name' => 'Ronaldo', 'email' => 'ronaldo@gmail.com', 'password' => bcrypt('heloword')],
             ['name' => 'Agnes Mo', 'email' => 'agnes@gmail.com', 'password' => bcrypt('heloword')],
            ];
            DB::table('users')->insert($users);
        }
    Code ini dibuat untuk membuat data acak yang kita butuhkan sebagai data awal(initial) sebelum kita menginputnya. Selanjutnya kita edit file DatabaseSeeder.php dan tambahkan code berikut
    function run()
        {
             $this->call(user_dummy_seeder::class);
        }
  9. Sekarang buka composer dan ketikan php artisan migrate.
  10. artisan migrate
  11. Selanjutnya kita tambahkan baris kode di route dengan menambahkan code berikut 
  12. :resource('users', 'UserController');
  13. Sebelumnya kita tidak memiliki controller satupun, tetapi kita membutuhkan controller sebagai penyambung antara view dan model, oleh karenanya kita buat controller users menggunakan composer, jalankan baris code ini di composer.
  14. artisan make:controller –resource userController
    Sesudah kita menjalankan code tersebut sekarang kita telah membuat file controller, kita bisa melihatnya di folder App->Http->Controller maka terdapat file userController.php yang telah kita buat.
  15. Selanjutnya kita buka userControllernya dan sudah terdapat fungsi-fungsi seperti berikut
  16. namespace App\Http\Controllers;
    use Illuminate\Http\Request;
    use Illuminate\Support\Facades\Input;
    use Illuminate\Support\Facades\Validator;
    use Illuminate\Support\Facades\Redirect;
    use App\Http\Requests;
    use App\User;
    use View;
    
    class UserController extends Controller
    {
        /**
         * Display a listing of the resource.
         *
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function index()
        {
            //
        }
    
        /**
         * Show the form for creating a new resource.
         *
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function create()
        {
            //
        }
    
        /**
         * Store a newly created resource in storage.
         *
         * @param  \Illuminate\Http\Request  $request
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function store(Request $request)
        {
            //
        }
    
        /**
         * Display the specified resource.
         *
         * @param  int  $id
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function show($id)
        {
            //
        }
    
        /**
         * Show the form for editing the specified resource.
         *
         * @param  int  $id
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function edit($id)
        {
            //
        }
    
        /**
         * Update the specified resource in storage.
         *
         * @param  \Illuminate\Http\Request  $request
         * @param  int  $id
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function update(Request $request, $id)
        {
            //
        }
    
        /**
         * Remove the specified resource from storage.
         *
         * @param  int  $id
         * @return \Illuminate\Http\Response
         */
        public function destroy($id)
        {
            //
        }
    }
    
    Di code tersebut kita talah memiliki beberapa fungsi seperti fungsi index sebagai fungsi untuk halaman awal, fungsi create untuk halaman form isian data, fungsi store untuk proses penyimpanan, fungsi show untuk menampilkan data, fungsi edit untuk menampilkan halaman update/edit, fungsi update untuk proses penyimpanan update, dan terkahir fungsi destroy untuk menghapus data. Selanjutnya kita tambahkan code berikut didalam fungsi index
    function index()
        {
            $users = User::paginate(5);
            return View::make('users.index', compact('users'));
        }
  17. Membuat file index.blade.php di folder resource/view/users. Pertama kita buat terlebih dahulu folder users. Ini merupakan halaman pertama sebagai root file yang pertama ketika aplikasi kita di buka. Setiap view file yang akan kita buat jangan lupa kita menambhkan blade. Blade ini merupakan ritual yang harus ada ketika membuat view di framework laravel. Selanjutnya isi file index.blade.php tadi dengan code berikut
  18. @extends('layouts.user')
    
    @section('main')
    
    <h1>All Users</h1>
    
    <p>{{ link_to_route('users.create', 'Add new user')}}</p>
    
    @if($users->count())
     <table class="table table-striped table-bordered">
      <thead>
       <tr>
        <th>Name</th>
        <th>Email</th>
        <th>Password</th>
        <th colspan="2"></th>
       </tr>
      </thead>
      <tbody>
       @foreach($users as $user)
       <tr>
        <td>{{ $user->name }}</td>
        <td>{{ $user->email }}</td>
        <td>{{ $user->password }}</td>
        <td>{{ link_to_route('users.edit', 'Edit', array($user->id), array('class' => 'btn btn-info')) }}</td>
        <td>
         {{ Form::open(array('method' => 'DELETE', 'route' => array('users.destroy', $user->id))) }}
         {{ Form::submit('Delete', array('class' => 'btn btn-danger')) }}
         {{ Form::close() }}
        </td>
       </tr>
       @endforeach
      </tbody>
     </table>
     {{ $users->links() }}
    @else
     There are no users
    @endif
    
    @stop
  19. Setelah membuat view seelanjutnya kita buat file layout user.blade.php buat folder layouts dan simpan didalamnya. File ini digunakan sebagai rangka dari semua halaman yang akan kita buat. Masukan code berikut  
  20. <!DOCTYPE html>
    <html>
        <head>
            <meta charset="utf-8">
            <link rel="stylesheet" href="http://netdna.bootstrapcdn.com/twitter-bootstrap/2.3.1/css/bootstrap-combined.min.css">
            <style>
                table form { margin-bottom: 0; }
                form ul { margin-left: 0; list-style: none; }
                .error { color: red; font-style: italic; }
                body { padding-top: 20px; }
            </style>
        </head>
        <body>
            <div class="container">
                @if (Session::has('message'))
                    <div class="flash alert">
                        <p>{{ Session::get('message') }}</p>
                    </div>
                @endif
                @yield('main')
            </div>
        </body>
    </html>
    Penggalan code tersebut saya ambil dari bootstrap. View ini bisa kita modifikasi tampilannya sesuai selera.
  21. Kembali lagi ke file controller yang telah kita buat dan tambahkan di function create()
  22. create('users.create');
    Penjelasan code tersebut terdapat baris code users.create. Users merupakan nama folder di view dan create nama filenya.
  23. Sama seperti membuat file index kita buat juga file view dengan nama create.blade.php dan masukan code berikut
  24. @extends('layouts.user')
    
    @section('main')
    
    <h1>Create User</h1>
    
    {{ Form::open(array('route' => 'users.store')) }}
        <ul>
            <li>
                {{ Form::label('name', 'Name:') }}
                {{ Form::text('name') }}
            </li>
            <li>
                {{ Form::label('username', 'Username:') }}
                {{ Form::text('username') }}
            </li>
            <li>
                {{ Form::label('password', 'Password:') }}
                {{ Form::password('password') }}
            </li>
            <li>
                {{ Form::label('password', 'Confirm Password:') }}
                {{ Form::password('password_confirmation') }}
            </li>        
            <li>
                {{ Form::label('email', 'Email:') }}
                {{ Form::text('email') }}
            </li>
            <li>
                {{ Form::label('phone', 'Phone:') }}
                {{ Form::text('phone') }}
            </li>
            <li>
                {{ Form::submit('Submit', array('class' => 'btn')) }}
            </li>
        </ul>
    {{ Form::close() }}
    
    @if ($errors->any())
        <ul>
            {{ implode('', $errors->all('<li class="error">:message</li>')) }}
        </ul>
    @endif
    
    @stop
    File ini digunakan sebagai halaman ketika kita menginput data
  25. Selanjutnya mengedit function store() di controller, kita tambahkan code berikut
  26. public function store(Request $request)
        {
            $input = Input::all();
            $validation = Validator::make($input, User::$rules);
    
            if ($validation->passes())
            {
                User::create($input);
                return Redirect::route('users.index');
            }
            return Redirect::route('users.create')
                ->withInput()
                ->withErrors($validation)
                ->with('message', 'There were validation errors.');
        }
  27. Buka model User.php di folder App ganti sembua code dengan code berikut.
  28. ace App;
    
    use Eloquent;
    class User extends Eloquent {
      protected $guarded = array('id');
      protected $fillable = array('name', 'email');
      public static $rules = array(
        'name' => 'required|min:5',
        'email' => 'required|email'
      );
    }
  29. Kembali lagi ke controller, kita tambahkan lagi code berikut di function edit()
  30. edit($id)
        {
            $user = User::find($id);
            if (is_null($user))
            {
                return Redirect::route('users.index');
            }
            return View::make('users.edit', compact('user'));
        }
  31. Tambah function update() dengan beberapa baris code sebagai berikut
  32. update(Request $request, $id)
        {
            $input = Input::all();
            $validation = Validator::make($input, User::$rules);
            if ($validation->passes())
            {
                $user = User::find($id);
                $user->update($input);
                return Redirect::route('users.show', $id);
            }
    return Redirect::route('users.edit', $id)
                ->withInput()
                ->withErrors($validation)
                ->with('message', 'There were validation errors.');
        }
  33. Begitu juga tambah function destroy() sebagai berikut
  34. destroy($id)
        {
            User::find($id)->delete();
            return Redirect::route('users.index');
        }
    Dari semua proses yang telah kita lakukan kita bisa melihat hasilnya

Monday, 18 May 2015

October CMS yang Berbasis Laravel PHP Framework

Ocrober CMS berbasis Laravel PHP Framewirk

Saatnya bilang hello October.. :D
Punya kabar gembira nih buat para developer web. Developer yang sering menggunakan framework laravel khususnya mungkin sedikit tersenyum melihat postingan ini apalagi yang baru tahu adanya CMS seperti October CMS.

October CMS merupakan Content Management System (CMS) yang dikembang secara gratis dan berbasis Laravel PHP Framework, sama halnya dengan CMS lain seperti Wordpress, Joomla, drupal dan masih banyak lagi yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan khususnya developer membuat aplikasi berbasis WEB.

Saya juga baru tahu adanya CMS ini, saya diberi tahu kaka tingkat saya kuliah yang ngasih link https://octobercms.com/ di facebook. Coba cek dan ricek ternyata dalem nya power full.

Ini beberapa fitur dari October CMS sebagai berikut :


1. Page Component 



Fitur ini membantu dalam membangun block page dengan hanya menambahkan komponen ke halaman untuk menambahkan fungsi dan mengkonfigurasinya dengan inspektur. Inspektur ini adalah alat visual untuk mengelola properti komponen. Anda tidak perlu program lagi!

2. Extensible Platform



Plugin yang sederhana, anda hanya menjelaskan Plugin dan mendaftar fitur yang Anda inginkan.

3. Simple Ajak Pramework



Kerangka Ajax, yang mana fitur ini mempermudah dalam menangani permintaan ajak ke form atau tombol. Permintaan ini dapat ditangani oleh komponen atau kode Anda sendiri di halaman atau layout dan juga hampir semua menggunakan Ajax.

4. Easy Administrative Interfaces



Mempermudah Anda ketika membuat halaman admin. Halaman admin yang akan membuat betah :D hihihi

5. Completely File-Based CMS Template



Fitur ini akan mempermudah Anda dalam proses Theming, ini dikarenaka templating October CMS adalah file based (satu file per template).

Gimana mau coba??? saya juga belum coba si wkwkw, wajib coba pokoknya!!!

jika ingin mencobanya dan ingin mempelajarinya silahkan download di situs resminya https://octobercms.com/ 

Demikian semoga bermanfaat :D

Friday, 15 May 2015

Tutorial Laravel : Membuat project laravel 4.2

Dulu saya belajar pertama kali membuat project aplikasi dengan menggunakan larave 4.2, selub beluk dari laravel 4.2 ini saya lebih tau ketimbang dengan laravel yang terbaru yaitu laravel 5. Perbedaan yang signifikan antara 4.2 dan 5 yaitu terlihat dari struktur foldernya pokoknya berbeda. Saya agak pusing menggunakan laravel 5 ini karena butuh penyesuaian kembali, butuh perkenalan kembali.
Bagi kalian yang sering menggunakan laravel 4.2 dan tidak mengerti bagaimana untuk menginstal laravel 4.2 ini, caranya adalah seperti biasa cuma kita tambahkan sedikit versi dari laravel itu di composer, seperti contoh :

composer created-project laravel/laravel sampleApp 4.2 --prefer-dist
selamat mencoba, semoga bermanfaat :D

from Tumblr http://ift.tt/1cYCzSX
via IFTTT